Nih sedikit pengetahuan aja buat yang liat ke blog ane.... Silahkan dibaca deh ya, tapi sebelum baca sebaiknya pada berdoa dulu, dan jangan disalahartikan ya soal peluncuran pengetahuan yang satu ini....
Saksi
Jehovah (Jehovah Witnesses)
Didirikan oleh Charles Taze Russel
(1852-1916). Dan sebelum mendirikan
sekte Saksi Jehovah ini, Russel adalah
anggota sekte Presbitarian,
Congregational, kemudian menjadi
pengikut sekte Adven. Dia mendirikan jemaat
sekolah Injil yang diberi nama Zion's
Watch Tower Bible and Tract Society.
Setelah Russel meninggal dunia pada
tahun 1916, kelompok tersebut dipimpin
oleh Joseph Franklin Rutherford yang
berhasil mengembangkan organisasi
keagamaan tersebut dengan merekrut lebih
banyak jemaat. Pada tahun 1931,
gerakan keagamaan ini lebih dikenal
dengan nama Saksi Jehovah (Jehovah
Witnesses) dan memfokuskan propaganda
agamanya dalam kegiatan penerbitan,
diantaranya buletin Watchtower yang
diterjemahkan dalam 129 bahasa dan
mencapai oplah 22 juta eksemplar yang
disebarkan ke seluruh pelosok secara
gratis.
Beberapa anggota sekte Saksi Jehovah
mempunyai ciri yang sangat khas,
yang dijadikan sebagai dasar ajaran dari
para pengikutnya, yaitu sebagai
berikut:
a. Menolak transplantasi organ tubuh dan
tranfusi darah, sesuai dengan
penafsiran mereka terhadap Kitab
Kejadian 9: 4, Imamat 17: 12-14, Kisah
Rasul 15: 29.
b. Meyakini bahwa Tuhan adalah satu,
yaitu Jehovah sebagai "pemegang
supremasi" (the supreme being),
sedangkan Yesus adalah anak Tuhan yang
sebelumnya merupakan roh, sebagaimana
malaikat Mikail. Kemudian mewujud
dalam bentuk fisik Yesus sebagai manusia
suci yang sejak lahir dan
kematiannya. Kebangkitan setelah Yesus
mati diyakini dalam bentuk roh bukan
fisik. Mereka tidak mengakui Trinitas
atau Bunda Maria sebagai bagian dari
ritual mereka. Yang dimaksudkan dengan
Roh Kudus bukanlah Maria, melainkan
bentuk kekuasaan Tuhan dalam berhubungan
dengan dunia.
c. Mereka menolak salib sebagai simbol
Kristen, karena tanda salib
merupakan tanda orang-orang kafir
(pagan), yang berasal dari kata "stauros"
yang artinya 'tiang penyiksaan'. Mereka
juga meyakini bahwa Yesus tidak
disalib, melainkan disiksa dengan cara
tangannya diikat lurus ke atas dan
bukan terbuka, sebagaimana salib yang
diyakini umat Kristen umumnya.
d. Mereka yakin bahwa Kristus akan
datang dan memimpin dunia pada
tahun 1914 lalu. Hal ini terbukti dengan
terjadinya Perang Dunia I, sebagai
simbol kekejaman setan yang kemudian
dikalahkan oleh Kristus dengan membuat
"kerajaan surga" di muka bumi.
e. Mereka yakin bahwa dalam waktu yang
sangat dekat akan segera
terjadi Armageddon pertempuran yang akan
mengantarkan kepada kiamat. Dan
Saksi Jehovah akan dipilih sebagai
"prajurit Tuhan", sesuai dengan Wahyu 17,
untuk membantu Yesus melawan agama-agama
palsu, membantu mendirikan kerajaan
Tuhan selama seribu tahun yang disebut
dengan miliennium.
f. Mereka yakin bahwa Yesus bukan lahir
pada tanggal 25 Desember,
tetapi pada tanggal 2 Oktober. Mereka
tidak merayakan hari peringatan
kematian atau kelahiran Yesus. Bahkan,
para anggota yang kedapatan merayakan
Hari Natal, Thanksgiving, Hari
Kemerdekaan, Haloween, serta perayaan budaya
atau nasional lainnya dianggap telah
melanggar kesucian agama.
Berbagai aliran atau sekte keagamaan di
lingkungan Kristen kiranya
tidak akan pernah berhenti, sebagaimana
juga kemungkinannya untuk menyelusup
ke tubuh agama lainnya. Hal ini bukan
dikarenakan terbukanya berbagai
penafsiran terhadap ayat pada Bibel,
melainkan adanya upaya-upaya tertentu
untuk membuat para pengikut agama
Kristen serta agama lainnya agar
melepaskan dirinya dari ajaran agamanya.
Kemudian beralih kepada
ajaran-ajaran sesat yang tidak lain
merupakan bagian dari konspirasi
kafirisasi atau memurtadkan para pemeluk
agama dari keyakinannya. Bisa saja
perubahan tersebut dilihat dari segi
antropologi budaya seiring dengan
kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin
modern, tetapi satu hal yang harus
dicatat bahwa perkembangan budaya
tersebut tidak lepas dari upaya tangan
manusia untuk menciptakan, mengarahkan,
membentuk opini, keyakinan, dan
kecenderungan umat manusia terhadap
keyakinan tertentu. Dengan kata lain,
kemajuan teknologi komunikasi akan
mempercepat dinamika pemahaman umat
manusia terhadap agama. Di satu pihak
akan memperkuat keyakinan terhadap
agama yang dipeluknya, serta penyebaran
agama-agama baru sebagai agama
alternatif yang semakin bersinggungan,
tetapi di pihak lain menyebabkan
tantangan yang semakin terbuka terhadap
para pemeluk agama tersebut untuk
menentukan pilihannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar