Senin, 12 Desember 2011

Jehovah Witness: Salah Satu Sekte yang Ada di Dunia


Nih sedikit pengetahuan aja buat yang liat ke blog ane.... Silahkan dibaca deh ya, tapi sebelum baca sebaiknya pada berdoa dulu, dan jangan disalahartikan ya soal peluncuran pengetahuan yang satu ini.... 


Saksi Jehovah (Jehovah Witnesses)

Didirikan oleh Charles Taze Russel (1852-1916). Dan sebelum mendirikan
sekte Saksi Jehovah ini, Russel adalah anggota sekte Presbitarian,
Congregational, kemudian menjadi pengikut sekte Adven. Dia mendirikan jemaat
sekolah Injil yang diberi nama Zion's Watch Tower Bible and Tract Society.
Setelah Russel meninggal dunia pada tahun 1916, kelompok tersebut dipimpin
oleh Joseph Franklin Rutherford yang berhasil mengembangkan organisasi
keagamaan tersebut dengan merekrut lebih banyak jemaat. Pada tahun 1931,
gerakan keagamaan ini lebih dikenal dengan nama Saksi Jehovah (Jehovah
Witnesses) dan memfokuskan propaganda agamanya dalam kegiatan penerbitan,
diantaranya buletin Watchtower yang diterjemahkan dalam 129 bahasa dan
mencapai oplah 22 juta eksemplar yang disebarkan ke seluruh pelosok secara
gratis.

Beberapa anggota sekte Saksi Jehovah mempunyai ciri yang sangat khas,
yang dijadikan sebagai dasar ajaran dari para pengikutnya, yaitu sebagai
berikut:

a. Menolak transplantasi organ tubuh dan tranfusi darah, sesuai dengan
penafsiran mereka terhadap Kitab Kejadian 9: 4, Imamat 17: 12-14, Kisah
Rasul 15: 29.

b. Meyakini bahwa Tuhan adalah satu, yaitu Jehovah sebagai "pemegang
supremasi" (the supreme being), sedangkan Yesus adalah anak Tuhan yang
sebelumnya merupakan roh, sebagaimana malaikat Mikail. Kemudian mewujud
dalam bentuk fisik Yesus sebagai manusia suci yang sejak lahir dan
kematiannya. Kebangkitan setelah Yesus mati diyakini dalam bentuk roh bukan
fisik. Mereka tidak mengakui Trinitas atau Bunda Maria sebagai bagian dari
ritual mereka. Yang dimaksudkan dengan Roh Kudus bukanlah Maria, melainkan
bentuk kekuasaan Tuhan dalam berhubungan dengan dunia.

c. Mereka menolak salib sebagai simbol Kristen, karena tanda salib
merupakan tanda orang-orang kafir (pagan), yang berasal dari kata "stauros"
yang artinya 'tiang penyiksaan'. Mereka juga meyakini bahwa Yesus tidak
disalib, melainkan disiksa dengan cara tangannya diikat lurus ke atas dan
bukan terbuka, sebagaimana salib yang diyakini umat Kristen umumnya.

d. Mereka yakin bahwa Kristus akan datang dan memimpin dunia pada
tahun 1914 lalu. Hal ini terbukti dengan terjadinya Perang Dunia I, sebagai
simbol kekejaman setan yang kemudian dikalahkan oleh Kristus dengan membuat
"kerajaan surga" di muka bumi.

e. Mereka yakin bahwa dalam waktu yang sangat dekat akan segera
terjadi Armageddon pertempuran yang akan mengantarkan kepada kiamat. Dan
Saksi Jehovah akan dipilih sebagai "prajurit Tuhan", sesuai dengan Wahyu 17,
untuk membantu Yesus melawan agama-agama palsu, membantu mendirikan kerajaan
Tuhan selama seribu tahun yang disebut dengan miliennium.

f. Mereka yakin bahwa Yesus bukan lahir pada tanggal 25 Desember,
tetapi pada tanggal 2 Oktober. Mereka tidak merayakan hari peringatan
kematian atau kelahiran Yesus. Bahkan, para anggota yang kedapatan merayakan
Hari Natal, Thanksgiving, Hari Kemerdekaan, Haloween, serta perayaan budaya
atau nasional lainnya dianggap telah melanggar kesucian agama.


Berbagai aliran atau sekte keagamaan di lingkungan Kristen kiranya
tidak akan pernah berhenti, sebagaimana juga kemungkinannya untuk menyelusup
ke tubuh agama lainnya. Hal ini bukan dikarenakan terbukanya berbagai
penafsiran terhadap ayat pada Bibel, melainkan adanya upaya-upaya tertentu
untuk membuat para pengikut agama Kristen serta agama lainnya agar
melepaskan dirinya dari ajaran agamanya. Kemudian beralih kepada
ajaran-ajaran sesat yang tidak lain merupakan bagian dari konspirasi
kafirisasi atau memurtadkan para pemeluk agama dari keyakinannya. Bisa saja
perubahan tersebut dilihat dari segi antropologi budaya seiring dengan
kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin modern, tetapi satu hal yang harus
dicatat bahwa perkembangan budaya tersebut tidak lepas dari upaya tangan
manusia untuk menciptakan, mengarahkan, membentuk opini, keyakinan, dan
kecenderungan umat manusia terhadap keyakinan tertentu. Dengan kata lain,
kemajuan teknologi komunikasi akan mempercepat dinamika pemahaman umat
manusia terhadap agama. Di satu pihak akan memperkuat keyakinan terhadap
agama yang dipeluknya, serta penyebaran agama-agama baru sebagai agama
alternatif yang semakin bersinggungan, tetapi di pihak lain menyebabkan
tantangan yang semakin terbuka terhadap para pemeluk agama tersebut untuk
menentukan pilihannya.

 Mudah-mudahan yang ane kasih ini bermanfat deh buat yang membacanya.....















Tidak ada komentar:

Posting Komentar